Β· Analisa 511 titik SPPG aktif
Total SPPG
β
titik distribusi aktif
Kecamatan
β
dari 40 kec di Kab. Bogor
β% cakupan
Rata-rata SPPG
β
per kecamatan
Kec. Padat
β
SPPG paling banyak
Underserved
β
kec. dengan β€2 SPPG
Koef. Gini
β
distribusi ketimpangan
π― Analisis Gap β Rekomendasi Titik Baru
Wilayah berpotensi tinggi untuk penambahan SPPG baru
π Metodologi Gap Score
Gap Score dihitung dari: (1) Rasio SPPG per kecamatan terhadap rata-rata β semakin sedikit SPPG vs rata-rata, semakin tinggi gap. (2) Spread geografis β kecamatan dengan sebaran titik yang luas berarti tantangan coverage lebih besar. (3) Bobot jarak dari gudang β lokasi jauh = distribusi lebih sulit = butuh titik lebih banyak.
Gap Score > 1.5 = kritis, perlu penambahan SPPG segera. Top 5 ditampilkan.
πΌ Distributor Opportunity Index (DOI)
Zona terbaik untuk penempatkan distributor baru
Formula
Vol Γ Efisiensi
π Metodologi DOI
DOI = (Jumlah SPPG / Total SPPG) Γ (1 / jarak_gudang_km) Γ 1000 Γ cluster_density. Cluster Density = 1 / avg_nearest_neighbor_distance β semakin rapat SPPG, semakin efisien satu gudang distribusi melayaninya.
DOI tinggi = kecamatan dengan volume besar dan efisiensi route tinggi. Top 10 ditampilkan.
π Distribusi SPPG per Kecamatan
Jumlah titik SPPG di setiap wilayah (top 20)
π₯§ Komposisi Wilayah
Top 8 wilayah vs sisanya
π‘ Jumlah SPPG vs Jarak Gudang
Titik wilayah: X = jarak ke gudang (km), Y = jumlah SPPG
π‘ Wilayah di kanan bawah (jauh + sedikit SPPG) = prioritas tinggi untuk titik baru.
π Ranking Semua Wilayah
Urutkan berdasarkan metrik pilihan
| # | Kecamatan | SPPG | Gap | DOI | Jarak |
|---|
π Rekomendasi Aksi Bisnis